Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat serta memastikan keselamatan pasien, pengunjung, dan seluruh civitas rumah sakit. RS Muhammadiyah Tuban bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan simulasi penanggulangan kebakaran pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di area basement Gedung Baru RS Muhammadiyah Tuban dan melibatkan berbagai unsur baik tenaga medis maupun nonmedis.

Simulasi ini menjadi bagian penting dari komitmen rumah sakit dalam membangun budaya keselamatan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran. Ruang lingkup kegiatan tidak hanya ditujukan kepada petugas rumah sakit, tetapi juga mencakup seluruh masyarakat yang berada di lingkungan RS Muhammadiyah Tuban, termasuk pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan pihak terkait lainnya.

Dalam skenario yang diperagakan, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran, mulai dari proses deteksi dini, pelaporan kejadian, aktivasi sistem proteksi kebakaran, hingga prosedur evakuasi yang aman dan terkoordinasi. Simulasi juga melibatkan proses penyelamatan pasien dengan berbagai kondisi, termasuk pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Bagyo Setiawan selaku Kabag Umum menjelaskan “Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan seluruh staf medis dan nonmedis dalam menghadapi bencana kebakaran, sekaligus memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, efektif, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.” Selain itu, simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas sistem tanggap darurat yang telah diterapkan di lingkungan rumah sakit. Tegasnya.

RS Muhammadiyah Tuban sendiri telah memiliki sistem proteksi kebakaran yang dirancang sesuai standar keselamatan rumah sakit. Sistem tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu proteksi kebakaran aktif dan proteksi kebakaran pasif.

Pada sistem proteksi kebakaran aktif, rumah sakit dilengkapi dengan berbagai perangkat pendukung seperti smoke detector, alarm kebakaran, sprinkler, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta hydrant yang berfungsi untuk mendeteksi dan menanggulangi kebakaran sejak dini sebelum api meluas.

Sementara itu, sistem proteksi kebakaran pasif yang dimiliki RS Muhammadiyah Tuban juga telah dirancang untuk mendukung keselamatan saat proses evakuasi berlangsung. Salah satu fasilitas unggulannya adalah fire lift yang memiliki ketahanan terhadap api dan tetap dapat beroperasi tanpa suplai listrik hingga dua jam. Fasilitas ini sangat penting untuk membantu evakuasi pasien yang mengalami gangguan mobilisasi atau tidak memungkinkan menggunakan tangga darurat.

Selain itu, rumah sakit juga dilengkapi dengan pintu darurat (emergency exit) dan tangga darurat yang telah dibekali pressure fan system. Sistem ini berfungsi memberikan tekanan udara positif pada area tangga darurat sehingga asap tidak masuk ke dalam jalur evakuasi. Dengan demikian, visibilitas tetap terjaga dan proses evakuasi dapat berlangsung lebih aman karena tidak terganggu oleh kepulan asap yang berpotensi membahayakan.

Melalui kegiatan simulasi ini, RS Muhammadiyah Tuban menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan rumah sakit yang aman, tanggap bencana, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kolaborasi dengan Damkar Tuban diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan profesional apabila sewaktu-waktu terjadi insiden kebakaran yang sebenarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menegaskan komitmen pelayanan prima tanpa biaya. Damkar akan siap siaga jika kapanpun dibutuhkan oleh Masyarakat.

Dengan kesiapan sumber daya manusia yang terlatih serta dukungan sarana proteksi kebakaran yang memadai, RS Muhammadiyah Tuban terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga menjamin keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat yang berada di lingkungan rumah sakit.

Oleh : Herman_Sans